Home » Artikel KPR » KPR Subsidi : Kebijakan + Tips Mengajukan Saat Corona

KPR Subsidi : Kebijakan + Tips Mengajukan Saat Corona

Selama pandemi Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk meringankan kredit bagi debitur yang terkena dampak corona baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemberian kelonggaran kredit tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sehingga krisis ekonomi selama corona dapat sedikit teratasi. Salah satu sektor kredit yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah KPR subsidi. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait selisih bunga dan bantuan uang muka untuk pengajuan KPR subsidi. Ada beberapa hal yang perlu dicermati jika Anda tertarik untuk mengajukan KPR subsidi selama pandemi corona, yaitu:

 

 

Aturan Pemerintah terkait Bantuan KPR Subsidi

Ilustraasi KPR Subsidi selama Corona
Ilustrasi KPR Subsidi selama Corona

Dalam keputusan Menteri PUPR No. 24/PTS/M/2020 terkait batasan penghasilan yang dapat diproses, tenor pengajuan dan besar bantuan yang diberikan pemerintah menerangkan bahwa:

  1. Calon debitur yang berhak mengajukan KPR adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) dan belum memiliki rumah
  2. Penghasilan maksimal  adalah Rp. 8 juta, kecuali untuk wilayah Papua dan Papua Barat yaitu Rp. 8.5 juta
  3. Belum pernah menerima bantuan KPR subsidi sebelumnya.

Selama pandemi Corona pemerintah juga telah menerapkan beberapa kebijakan yang memudahkan calon debitur untuk mengajukan KPR subsidi. Peraturan ini mulai diberlakukan per 1 April 2020, yaitu:

  • Pemberian Selisih Bantuan Uang Muka (SBUM)
  • Bantuan ini merupakan subsidi pengurangan uang muka seluruh atau sebagian bagi calon debitur. Saat ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 1.5 triliun untuk 175 ribu rumah. Hal ini tentu menjadi kesempatan bagi Anda yang masuk ke dalam kategori MBR dan berniat untuk mengajukan KPR subsidi.
  • Pemberian Subsidi Selisih Bunga (SSB)
  • Kebijakan selisih bunga yaitu bantuan untuk mendapatkan pengurangan suku bunga. Pemerintah akan membayar selisih suku bunga di atas 5% selama 10 tahun, sehingga selama 10 tahun bunga maksimal yang dibebankan kepada debitur hanya 5%.

Baca juga:

KPR tanpa DP

Harga Batas Jual KPR Subsidi 2020

Setiap wilayah memiliki harga maksimum untuk mengajukan KPR dengan bentuan dari pemerintah. Berikut adalah batasan harga maksimum yang diberikan pemerintah untuk dapat mengajukan program ini, yaitu:

 

Wilayah Harga Maksimum
Jabodetabek, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu Rp. 168 juta
Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Kepulauan Mentawai) Rp. 150.5 juta
Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Mahakam Ulu) Rp. 164.5 juta
Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepulauan Riau (Kecuali Kepulauan Anambas) Rp. 156.5 juta
Papua dan Papua Barat Rp. 219 juta

 

Tips Sebelum Mengajukan KPR Subsidi selama Pandemi Corona

Penawaran program bantuan dari pemerintah tentu membuat Anda tergiur untuk segera mengajukan KPR subsidi. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama di masa pandemi seperti saat ini, yaitu:

  • Pilih Rumah yang Sesuai 

Sangat penting untuk memilih rumah sesuai dengan pendapatan Anda. Pilihlah rumah yang sesuai dengan gaji dan total kredit yang Anda miliki saat ini. Sebaiknya pertimbangkan juga apakah rasio kredit Anda sudah mencukupi untuk mengajukan KPR. Batas aman rasio kredit adalah 30-40% gaji. Ini merupakan total keseluruhan kredit yang boleh dimiliki, termasuk kredit kendaraan, KTA, dll. 

Selain itu, penting untuk memperhatikan juga lokasi, kenyamanan dan fasilitas umum di sekitar rumah. Beberapa hal tersebut penting untuk diperhatikan mengingat Anda hanya dapat mengajukan KPR subsidi 1 kali sehingga pastikan rumah yang diajukan sudah memenuhi kriteria dan kenyamanan Anda.

  • Periksa Kredibilitas Pengembang

Memeriksa kredibilitas pengembang merupakan syarat wajib bagi Anda yang berniat mengajukan KPR, baik fasilitas subsidi maupun bukan. Anda dapat memeriksa status legalitas badan hukum pengembang dan dokumen lain yang dapat membuktikan bahwa pengembang memiliki reputasi yang baik. 

Anda juga bisa bertanya pada kenalan yang pernah mengajukan KPR dengan pengembang yang sama. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan terkait kepastian pembangunan, proses KPR, dokumen dan berbagai perjanjian jual beli rumah lainnya.

  • Pastikan Anda memenuhi Kualifikasi untuk Mengajukan KPR Subsidi

Periksa semua syarat dan ketentuan pengajuan KPR subsidi dengan teliti dan seksama. Lengkapi semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan KPR. Semakin lengkap data yang Anda lampirkan maka semakin besar kemungkinan pengajuan KPR  akan disetujui oleh bank.

  • Persiapkan Dana Darurat untuk 6 Bulan ke depan

Berada di situasi pandemi corona tentu menjadikan pendapatan per bulan tidak pasti. Selain itu adanya kemungkinan terjadi PHK tentu tidak dapat dihindari. Anda perlu menyiapkan dana darurat setidaknya untuk 6 bulan ke depan guna menghindari kemungkinan Anda mengalami kesulitan untuk bayar KPR atau sulit membiayai kehidupan. Pertimbangkan juga kemungkinan jika Anda hanya mendapatkan keringanan DP sebagian, sebisa mungkin hindari menggunakan dan darurat sebagai tambahan DP rumah. 

Sebaiknya dana darurat baru digunakan jika Anda sudah tidak memiliki sumber penghasilan lain. Selama Anda masih memiliki sumber penghasilan usahakan untuk tidak menggunakan dana darurat. Selain berguna untuk membiayai kehidupan selamaAnda mencari pekerjaan baru, dana darurat juga dapat Anda gunakan untuk membuka usaha.

  • Pastikan Pekerjaan Anda Tidak Terdampak Langsung oleh Corona

Anda bisa mengajukan jika sektor pekerjaan Anda saat tidak terkena dampak langsung corona. Beberapa sektor usaha yang terdampak langsung oleh corona yaitu pakaian, manufaktur, pariwisata,  maskapai penerbangan, dll. Jika Anda bekerja dalam sektor tersebut sebaiknya perlu tahan keinginan untuk mengajukan KPR karena ada kemungkinan terjadinya PHK secara besar-besaran, sehingga pendapatan Anda menjadi tidak pasti dan pengajuan Anda menjadi sulit diproses oleh bank.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *