Home » Kendaraan » Modifikasi Motor & Modifikasi Mobil: Aturan / Tujuan / Komponen

Modifikasi Motor & Modifikasi Mobil: Aturan / Tujuan / Komponen

Modifikasi kendaraan menurut PP No. 55 Tahun 2012 yaitu “perubahan terhadap spesifikasi teknis dimensi, mesin, dan/atau kemampuan daya angkut Kendaraan Bermotor”. Kendaraan tidak boleh sembarangan dimodifikasi. Sesuai UU No. 22 Tahun 2009, kendaraan modifikasi yang dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut jadi berbeda akan dilakukan pemeriksaan dan diuji komponennya:

    • Rancangan teknis. Misalnya, apakah dimensi dan rangka kendaraan berubah sehingga membuat kondisi kendaraan jadi berbahaya atau rawan terjadi kesalahan atau sebagainya.
    • Susunan. Misalnya, apakah kendaraan ditambahi komponen yang dapat mempengaruhi fungsi dan kendali pengemudi atas kendaraan tersebut.
    • Ukuran. Misalnya, apakah ukuran kendaraan berubah drastis sehingga membawa lebih banyak penumpang dan jadi tambah bobotnya.
    • Material. Misalnya, apakah material komponen modifikasi tahan benturan, tidak mudah terbakar, tidak mudah rusak atau berkarat, dan sebagainya.
    • Kaca, pintu, engsel, dan bumper. Misalnya, apakah pengendara bisa melihat jelas lewat kaca, apakah pintu dapat aman terkunci, apakah bemper kuat melindungi dari benturan, dan lain-lain.
    • Sistem lampu dan alat pemantul cahaya. Misalnya, apakah cahaya lampu kendaraan Anda cukup terang tapi tidak mengganggu pengguna jalan lain karena cahayanya.
    • Tempat pemasangan tanda nomor Kendaraan Bermotor. Misalnya, apakah nomor kendaraan dipasang di tempat yang mudah diidentifikasi atau tidak.

Pelajari lebih lanjut:

 

Aturan Modifikasi Kendaraan

Modifikasi kendaraan tidak boleh sembarangan. Jika hanya pasang aksesoris atau ganti komponen maka tidak apa-apa. Tapi jika sampai mengubah bentuk dan tipe, maka ada aturannya. Berikut aturan mengenai modifikasi kendaraan:

  • Kendaraan boleh dimodifikasi jika dapat rekomendasi dari agen tunggal pemegang merek. 
  • Modifikasi hanya boleh dilakukan oleh bengkel umum yang ditunjuk menteri yang bertanggung jawab di bidang industri. 
  • Kendaraan yang sudah dimodifikasi wajib diregistrasi lagi ke kantor Samsat agar dapat STNK baru.
  • Jika modifikasi jadi mengubah tipe kendaraan, maka wajib Uji Tipe. Uji Tipe dilakukan untuk menguji fisik kendaraan secara teknis dan laik jalan serta menguji bentuk kendaraan seperti tambahan bak muatan, rumah-rumah, kereta gandeng, kereta tempelan, dan lain-lain.
  • Jika modifikasi jadi mengubah konstruksi dan material kendaraan, maka wajib Uji Tipe, registrasi, dan identifikasi ulang.
  • Modifikasi tidak boleh membahayakan lalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, dan merusak jalan.
  • Modifikasi tanpa izin dapat kena Pasal 277 UU No. 22 Tahun 2009 dengan sanksi pidana maksimal 1 tahun atau denda maksimal 24 juta rupiah.
  • Saat beli spare parts variasi saja maka tidak perlu izin. Jika spare parts digunakan untuk memodifikasi kendaraan, maka harus punya izin.

Harga jual kendaraan modifikasi bisa lebih rendah dari kendaraan tanpa modifikasi. Hal ini karena tidak semua orang mau atau percaya kendaraan modifikasi, jadi Anda harus mengubah komponen modifikasi ke original atau menjualnya dengan harga lebih murah (agar diganti sendiri oleh pemilik baru). Tapi kendaraan modifikasi juga bisa dijual dengan harga tinggi jika diminati oleh calon pembeli. Beberapa orang tertarik dengan komponen kendaraan yang modifikasi, atau jika Anda menjualnya ke sesama komunitas/pecinta modifikasi.

 

Tujuan Modifikasi Kendaraan

Tidak semua orang memodifikasi kendaraan dengan tujuan yang sama. Biasanya ada 3 tujuan utama modifikasi

  • Tujuan 1: Gaya/Penampilan

Kendaraan dimodifikasi untuk dipamerkan di kontes modifikasi mobil atau sepeda motor. Dalam kontes ini ada kendaraan yang dimodifikasi bagiannya, ada yang dimodifikasi full. Kendaraan ini ada yang masih dipakai berkendara ada yang hanya dipajang. Jika hanya dipajang maka tidak perlu mengurus izin.

  • Tujuan 2: Fungsi

Kendaraan dimodifikasi agar fungsinya makin optimal bagi Anda. Salah satu contoh modifikasi ini yaitu dengan memasang converter kit di mobil agar mobil dapat diisi dengan Bahan Bakar Gas (BBG). Ada juga yang mengganti ban agar lebih nge-grip, ganti jok sepeda motor agar lebih empuk dan tidak licin, dan sebagainya. Karena modifikasi ini untuk kendaraan yang digunakan sehari-hari, maka pastikan apakah modifikasi yang Anda akan lakukan perlu izin atau tidak.

  • Tujuan 3: Keantikan

Sebagian orang membeli mobil lama atau sepeda motor lama karena tertarik dengan keantikannya. Untuk menjaga keantikannya, kendaraan dimodifikasi. Bisa dimodifikasi dengan tujuan mengembalikan komponen kendaraan sesuai aslinya atau mengganti komponen dengan komponen baru yang menyerupai model asli agar awet. Kendaraan antik biasanya hanya jadi pajangan dan tidak dikendarai untuk menjaga tampilan dan kualitas kendaraan. Jika hanya sebagai koleksi maka tidak perlu mengurus izin.

Tujuan ini tentu saja dapat dikombinasikan. Misalnya, modifikasi bodi kendaraan dengan memasang stiker. Selain untuk gaya/penampilan, stiker juga dapat berfungsi melindungi bodi dari goresan dan sinar matahari yang membuat kusam.

 

Komponen Kendaraan yang Dimodifikasi

Berikut komponen/bagian kendaraan yang biasanya dimodifikasi:

1. Dimensi

Dimensi kendaraan adalah panjang, lebar, dan tinggi bagian-bagian di kendaraan. Dimensi kendaraan dan contoh modifikasinya antara lain:

  • Panjang Keseluruhan/Overall Length (OAL). Merupakan total panjang kendaraan dari depan sampai belakang, termasuk lekukan dan tonjolan di bumper, lampu, knalpot, dan spark board. Spion luar yang menjorok ke depan kendaraan tidak dihitung. Contoh modifikasi OAL adalah memasang bumper atau spoiler sehingga panjang mobil bertambah. Di sepeda motor, OAL dapat bertambah jika Anda mengganti spark board atau knalpotnya.
  • Lebar Keseluruhan/Overall Width (OAW). Merupakan total lebar kendaraan, termasuk lekukan dan tonjolan di bodi kendaraan. Spion yang melebar ke samping tidak dihitung. OAW sepeda motor dapat berubah jika dimodifikasi setang kemudinya jadi lebih lebar.
  • Tinggi Keseluruhan/Overall Height (OAH). Merupakan tinggi kendaraan dari ujung ban ke ujung atas kendaraan. Saat diukur, ban harus dipompa dengan tekanan yang direkomendasikan. Sementara antena kendaraan harus dalam posisi terpendek. Kendaraan yang direndahkan (ceper) bodinya maka tingginya akan berubah. Modifikasi ini juga merubah Ground Clearance kendaraan.
  • Jarak sumbu roda/Wheelbase (WB). Merupakan jarak antara titik tengah roda depan dan roda belakang. 
  • Julur/Overhang. Merupakan jarak antara sumbu roda dengan jarak ujung kendaraan, depan atau belakang. Julur Depan/Front Overhang (FO) adalah jarak sumbu roda depan dengan ujung depan kendaraan, sementara Julur Belakang/Back Overhang (BO) adalah jarak sumbu roda belakang dengan ujung belakang kendaraan.
  • Ground Clearance (GC). Merupakan jarak antara titik terendah bodi kendaraan dengan tanah di permukaan yang rata. Selain dengan menceperkan kendaraan, GC juga dapat berubah jika ukuran ban dimodifikasi jadi lebih besar/kecil.
Contoh dimensi kendaraan (truk)
Ilustrasi dimensi kendaraan (truk)

2. Body Kit

Dimensi kendaraan bisa berubah jika dipasang body kit. Body kit adalah komponen tambahan yang dipasang di bodi kendaraan. Body kit biasanya terbuat dari fiberglass; lebih mudah diproduksi dan lebih kuat. Ada juga yang terbuat dari plastik; lebih ringan. Body kit bagus umumnya dari fiberglass, jika mau dari plastik maka pilih yang tipe plastik ABS.

Berikut kelebihan dan kekurangan fiberglass maupun plastik untuk body kit:

Fiberglass Plastik
Kelebihan
  • Mudah dibentuk
  • Cat lebih cerah dan berkilau
  • Lebih kuat (kaku)
  • Lebih lentur dari fiberglass
  • Lebih ringan
  • Cat lebih tahan lama
  • Ujung-ujung lebih presisi
Kekurangan
  • Lebih berat
  • Cat mudah pudar
  • Lebih mahal dari plastik
  • Kaku jadi mudah pecah
  • Lebih sulit dibuat
  • Warna cat kurang begitu cerah

 

Komponen body kit antara lain:

  • Bumper depan dan belakang. Jika dipasang bisa merubah OAL, OAW, dan Overhang.
  • Side Skirt. Jika dipasang bisa merubah GC.
  • Spoiler
  • Roof Scoop. Jika dipasang bisa merubah OAH.
  • Bonnet Scoop
  • Kap

3. Kaca film

Kaca film termasuk kategori modifikasi ringan yang tidak banyak merubah mobil Anda. Kaca film dapat diganti dengan yang menghalau radiasi ultraviolet. Anda juga dapat memilih kaca film yang lebih gelap agar privasi dalam mobil dapat lebih terjaga. Kaca film yang gelap juga menambah kesan elegan atau cool mobil Anda.

Tingkat kegelapan kaca film harus diperhatikan. Untuk kaca depan, sebaiknya tingkat kegelapan maksimal 20-40% agar tidak mengganggu pandangan pengemudi. Kaca film dengan tingkat kegelapan 40% membuat kaca tidak terlalu silau di siang hari. Ketika malam hari, kaca ini dapat mengurangi silau sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan. Jika Anda sering bepergian jarak jauh dengan kondisi jalan yang tidak bagus, maka sebaiknya pasang yang 20% saja. Kaca film yang lebih terang membuat pandangan jadi lebih jelas. 

Untuk kaca samping, pasang yang lebih gelap tapi tidak terlalu kontras dengan kaca depan. Kaca samping menghalangi pandangan Anda ke spion, jadi jika terlalu gelap maka mata Anda akan susah menyesuaikan saat melihat spion. JIka tingkat kegelapan kaca depan 20%, maka kaca samping 40%. Jika tingkat kegelapan kaca depan 40%, maka kaca samping 60%. Untuk kaca belakang sebaiknya jangan di atas 60% tingkat kegelapannya karena akan menyulitkan Anda jika hendak melaju mundur di malam hari. 

4. Roof box/Side Box/Top Box

Anda dapat memodifikasi kendaraan untuk membawa tambahan barang dengan memasang box. Di mobil, Anda dapat memasang roof box di atap mobil. Roof box ini dipasang di roof rail, jika mobil Anda tidak punya roof rail maka perlu memasang crossbar tambahan. Perhatikan hal berikut jika ingin memasang roof box:

  • Pilih roof box yang ringan. Berat roof box ideal adalah 15 kg dan dapat menampung sampai 50 kg. Bahan plastik lebih ringan daripada fiber.
  • Atap mobil dapat menahan 70 sampai 90 kg. Berat roof rail atau crossbar sekitar 5 kg. Total berat roof box (15 kg) dan isinya (50 kg) sekitar 65 kg. Total berat roof box + isi + crossbar = 70 kg (pas). Jangan mengisi roof box terlalu berat sampai sangat berat.
  • Sesuaikan ukuran roof box dengan mobil Anda. Ukuran roof box bervariasi 300 liter – 750 liter. Mobil kapasitas 4 – 5 orang sudah cukup pakai yang 300 liter (lebih ringan). SUV dan MPV dengan kapasitas 6 – 7 orang bisa pakai yang 400 – 500 liter atau lebih.
  • Harga roof box sekitar 4 – 9 juta rupiah. Jika hanya butuh membawa barang tambahan saat pulang kampung atau bepergian jauh, ada juga penyewaan roof box dengan harga 90 – 150 ribu rupiah per hari (tidak termasuk biaya pemasangan).

Untuk sepeda motor, Anda dapat memasang side box (di samping) atau top box (di atas jok). Top box dianggap lebih aman karena tidak mengganggu keseimbangan sepeda motor. Box ini sangat berfungsi untuk membawa banyak barang ketika touring. Perhatikan hal berikut jika ingin memasang side box/top box:

  • Jika bodi sepeda motor Anda cukup kecil (seperti Yamaha Mio atau Honda Beat), maka sebaiknya jangan dipasang box karena dapat menambah berat dan mengganggu keseimbangan. Jika tetap mau pakai, maka gunakan yang kecil (ukuran 23 liter).
  • Jangan sampai side box yang dipasang jadi lebih lebar dari setang kemudi. Hal ini berbahaya karena dapat membuat kendaraan Anda menyenggol kendaraan lain. 
  • Top box bisa diisi helm atau barang berat. Sementara side box sebaiknya diisi hal ringan aja seperti pakaian atau makanan. Jika side box berat sebelah tentu akan mengganggu keseimbangan.
  • Ukuran box ini berkisar 20an – 40an liter. Harganya berkisar antara 600 ribu – 2 juta rupiah. Pilih yang sesuai dengan ukuran sepeda motor dan kebutuhan Anda dalam membawa barang.
Box-box tambahan di kendaraan
Box-box tambahan di kendaraan (dari kiri ke kanan: roof box, side box, top box)

5. Cat/Stiker

Kendaraan dapat diubah eksteriornya dengan dicat atau ditempel stiker. Perhatikan sebelum mengecat/memberi stiker. Jika warna dasar kendaraan berubah, maka kendaraan perlu diregistrasi ulang dan mengganti STNK. Jika Anda tidak ingin mengurus penggantian STNK, maka jangan sampai warna dasar berubah. Anda tetap bisa mengecat atau menempel stiker ke kendaraan dengan warna lain tapi pastikan warna dasar masih ada 70%. 

Biaya pengecatan mobil bervariasi. Jika dicat semprot per panel (kap, pintu, bumper), maka biayanya sekitar 300 – 600 ribu rupiah per panel. Jika ingin dicat siram, biasanya full body sekitar 4 – 9 juta. Untuk sepeda motor, cat full biasanya 1 – 2 juta rupiah. Pada umumnya, mengecat di bengkel tidak resmi malah lebih murah dibanding bengkel resmi.

Anda juga bisa memasang stiker di bodi kendaraan. Stiker lebih murah daripada cat. Sebelum memasang stiker, perhatikan hal-hal berikut:

  • Stiker seluruh bodi (wrapping) dapat melindungi bodi kendaraan. Jika kendaraan ingin dijual, maka stiker tinggal dicopot dan warna cat asli masih terjaga dan tidak pudar. Pastikan memasang wrapping sticker dengan warna yang sama dengan warna asli jadi tidak perlu registrasi STNK baru.
  • Pilih stiker yang bagus; tidak berbau dan tidak merusak cat kendaraan. Stiker yang bagus bisa bertahan 5 tahun.
  • Jaga agar kendaraan tidak sering terpapar sinar matahari. Jika sering, maka saat stiker dicopot, bagian yang tidak ditempel stiker akan terlihat lebih kusam daripada yang ditempel stiker.
  • Pastikan cat kendaraan Anda tidak rusak (terkelupas) saat stiker dicopot. Jangan sampai Anda malah harus cat ulang karena terkelupas.
  • Harga stiker mobil full body untuk tipe hatchback 4 – 5 juta rupiah, sementara untuk MPV atau SUV 7 – 9 juta rupiah. Untuk sepeda motor sekitar 200 ribu – 1 jutaan rupiah, tergantung ukuran sepeda motor.

6. Interior

Modifikasi interior mobil tidak merubah dimensi dan tipe kendaraan, jadi tidak perlu ganti STNK. Jika Anda hendak modifikasi interior maka pastikan tidak mempengaruhi fungsi keamanan kendaraan seperti airbag dan ISOFix. Pastikan juga tidak membatalkan garansi mobil Anda. Beberapa komponen interior yang biasa dimodifikasi:

  • Sarung jok. Sarung jok diganti agar penampilan (warna) berubah serta agar terlihat baru. Ada tiga bahan sarung jok: kulit, microfiber, dan sintetis. Kulit asli tentu terbaik tapi termahal, jadi sebaiknya pilih microfiber. Microfiber sangat mirip kulit, tidak mudah kotor, tidak mudah sobek, dan tidak panas.
  • Dashboard. Modifikasi dashboard mobil biasanya jika dashboard sudah usang atau pecah-pecah. Jika hanya ingin ganti warna, maka dicat saja tapi jangan terlalu tebal. Memasang kulit di dashboard juga bisa, tapi perhatikan agar tidak mengganggu fungsi airbag.
  • Kemudi. Modifikasi kemudi bisa dengan melapisi kulit atau diberi efek kayu atau kasmir. Pastikan modifikasi tidak mengganggu airbag kemudi. Selain itu, perhatikan juga bahan pelapis kemudi jangan sampai terlalu licin atau terlalu kasar hingga tidak nyaman dan mengganggu pengemudi dalam mengontrol kendaraan.
  • Pedal. Pedal biasanya dimodifikasi ukuran dan bahannya. Jangan sampai jadi terlalu kecil atau besar jadi sulit untuk diinjak dengan optimal. Perhatikan juga bahannya; jika logam maka lebih licin saat diinjak dan cukup rawan.
  • Persneling. Modifikasi persneling biasanya berupa menambah lapisan di tuas persneling atau mengganti bentuk tuasnya. Pastikan modifikasi tersebut tidak menyulitkan Anda memindahkan transmisi mobil Anda.
  • Lainnya, seperti memasang layar di belakang jok depan atau memasang speaker tambahan. Jika memasang elektronik tambahan, perhatikan jangan sampai sistem kelistrikan mobil kena arus pendek. Perangkat-perangkat ini juga membutuhkan konsumsi listrik dari aki, sehingga aki jelas akan lebih cepat habis.

7. Velg & Ban

Modifikasi velg selain untuk mengubah penampilan kendaraan juga mengubah kendali atas kendaraan. Karena mengubah velg artinya mengubah ukuran velg, berarti mengubah ukuran ban juga. Biasanya velg diganti agar jadi lebih besar dari ukuran awal. Berikut keuntungan dan kerugian mengganti velg mobil / sepeda motor:

Keuntungan Kerugian
Penampilan jadi berbeda, lebih unik. Butuh lebih banyak bensin karena ukuran yang tidak standar pabrik.
Dapat lewat medan sulit. Velg yang lebih besar akan menambah jarak kendaraan dengan tanah (Ground Clearance) sehingga lebih mudah lewat bebatuan, pasir, dan lain-lain. Biasanya velg besar makan ban jadi lebih tipis. Jika ban lebih tipis, maka guncangan akan kurang diredam jadi kendaraan terasa keras.
Membantu pengereman. Ban yang lebih besar akan mencengkram aspal lebih luas. Menghilangkan garansi dan harga penjualan kendaraan tidak sama dengan kendaraan non modifikasi.

 

Beberapa hal yang diperhatikan dalam memodifikasi velg & ban:

  • Mengubah ukuran velg dan ban artinya mengubah pengaturan speedometer dan odometer. Agar tidak terlalu jauh perubahannya, maka usahakan agar diameter roda tetap. Caranya, jika velg bertambah besar maka ban harus jadi lebih tipis. 
  • Ukuran velg modifikasi yang optimal adalah plus 1. Artinya, ukuran velg adalah 1 inci lebih besar dari velg asli. Jika lebih besar maka harga nya jauh lebih mahal tapi performanya tidak sebagus plus 1.
  • Ada tiga tipe velg racing berdasar cara pembuatannya: tempa (forged wheel), tekan (pressured wheel), dan cetak (cast wheel). Forged wheel paling mahal tapi juga paling kuat dan ringan, pressured wheel kualitasnya di bawah forged wheel, dan cast wheel kualitasnya paling bawah.
  • Selain mengganti fisik velg dan ban, Anda juga bisa mengecat velg saja jika hanya ingin mengubah tampilan. 

Selain ukurannya, memilih ban juga harus memperhatikan ulir/kembangan/tapak ban/tread. Ulir ini dibuat sesuai kondisi jalan yang akan dilalui. Kalau tidak cocok maka akan mengganggu fungsi kendaraan atau malah merusak.

Nama Ulir / Kembangan Karakteristik Gambar
Pola Rib Cocok di aspal
Cocok di kecepatan cukup tinggi
Terdengar lebih smooth
Anteng di tikungan, dapat membantu pengereman
Dipakai banyak kendaraan dari MPV sampai bus
Pola ulir rib
Pola Lug Cocok di jalan licin dan berlumpur
Anti selip saat menikung
Suara lebih gaduh
Jika kendaraan dipacu kencang maka akan bergetar
Pola ulir lug
Pola Rib-Lug Gabungan rib & lug, cocok untuk jalan rata dan tidak rata
Biasa dipakai truk dan bus
Pola lug di sisi ban lebih cepat aus daripada pola rib di tengah ban
Pola ulir rib lug
Pola Block Sering disebut ban tahu
Cengkramannya kuat dan tahan selip
Jika dipakai di jalan rata perlu tenaga lebih untuk menggerakkan, jadi boros bensin
Pola ulir block

 

8. Lampu

Pertimbangan sebelum modifikasi lampu kendaraan Anda:

  • Pastikan modifikasi lampu tidak mengganggu sistem kelistrikan kendaraan Anda. Jika daya lampu yang dipasang terlalu besar maka dapat menyebabkan arus pendek.
  • Lampu kendaraan tidak boleh menyilaukan pengguna jalan lain. Setelah dimodifikasi maka setelan fokus atau jarak cahaya harus disesuaikan dengan setelan pabrik.
  • Kendaraan pribadi dilarang pakai strobo/sirine. 
  • Perhatikan aturan warna lampu kendaraan:
    • Putih atau kuning muda: lampu utama dekat, lampu utama jauh, lampu posisi depan, lampu mundur (kecuali sepeda motor).
    • Kuning tua dengan sinar kelap-kelip: lampu penunjuk arah.
    • Merah: lampu rem, lampu posisi belakang.
    • Putih: Lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang.

Berikut tiga jenis lampu yang biasa dipakai untuk memodifikasi kendaraan:

Halogen High Intensity Discharge (HID) Light Emitting Diode (LED)
Keuntungan
  • Pencahayaan lebih terang (menembus kabut) dan fokus (tidak menyilaukan) dari lampu biasa
  • Daya hidup lebih lama (500-1000 jam)
  • Lebih murah dari HID atau LED
  • Sangat terang
  • Tidak cepat panas
  • Tahan lama (sampai 2000 jam)
  • Lebih terang dari jenis lain
  • Hemat daya
  • Tahan lama (sampai 15 ribu jam)
Kerugian
  • Boros daya
  • Tidak seterang LED
  • Cepat panas
  • Lebih mahal (500 ribu – jutaan)
  • Menyilaukan pengendara lain
  • Butuh daya lebih besar
  • Tidak dapat menembus kabut
  • Kinerja dipengaruhi oleh suhu akibat mesin kendaraan
  • Sedikit lebih mahal dari HID

 

9. Knalpot

Biasanya orang memodifikasi knalpot agar tampilannya makin keren dan suaranya kencang/geber. Perhatikan hal berikut sebelum memodifikasi knalpot:

  • Suara knalpot ada ambang batasnya (dalam satuan desibel/dB). Berikut ketentuan ambang batas suara knalpot sepeda motor:
    • Kurang dari 80 cc = 77 dB
    • 80 – 175 cc = 83 dB
    • Di atas 175 cc = 80 dB
  • Ada dua tipe knalpot, yaitu slip on dan full system. Slip on hanya peredam (muffler) saja. Tidak semua knalpot bisa dipasangi slip on. Full system lengkap terdiri dari leher, header, dan muffler.
  • Ukuran knalpot berbeda-beda (3 inci, 3,5 inci, 4 inci, dan lain-lain). Hitung kombinasi letak mesin, intake manifold, karburator, header, resonator, dan muffler untuk memilih ukuran knalpot yang sesuai. Ukuran knalpot berpengaruh terhadap gas buang.
  • Sesuaikan konfigurasi header dengan desain pipa. Pada mesin 4 silinder, jumlah headernya 4 (6 silinder = 6 header). Konfigurasi header umumnya 4-2-1 (4 header ke 2 saluran lalu ke 1 saluran) atau 4-1 (4 header ke 1 saluran). Konfigurasi header yang tepat membuat pembuangan gas lancar lalu kendaraan tidak boros dan tenaga terdongkrak.
  • Jika transmisi kendaraan Anda manual, maka perhatikan susunan knalpot (header, resonator, dan muffler). Saat ganti gigi, semburan gas meningkat. Butuh susunan knalpot yang tepat agar bisa terbuang teratur. Untuk transmisi otomatis, biasanya konfigurasi knalpot cukup 4-2-1 saja.

Baca juga: Tipe-tipe mobil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *