Home » Kendaraan » Beli Sepeda Motor / Beli Mobil: Pertimbangan & Tips

Beli Sepeda Motor / Beli Mobil: Pertimbangan & Tips

Beli sepeda motor / beli mobil penting jika Anda sering bepergian ke tempat yang kesulitan akses transportasi umum. Bagi Anda yang memiliki akses kendaraan umum baik, kebutuhan akan kendaraan pribadi mungkin tidak terlalu mendesak. Tapi jika jika kendaraan sangat dibutuhkan dalam pekerjaan Anda, misalkan sebagai driver ojek online atau kurir, maka sebaiknya beli kendaraan.

Sebelum beli kendaraan, pastikan dulu:

  1. Kebutuhan Kendaraan (Sepeda Motor/Mobil)
  2. Kondisi Kendaraan
  3. Tujuan Penggunaan dan Jenis Kendaraan
  4. Layanan Pelanggan
  5. Lain-Lain

 

Sepeda Motor / Mobil

Tentukan apakah Anda perlu beli sepeda motor / beli mobil. Baik sepeda motor maupun mobil memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Misalnya, sepeda motor lebih murah namun tidak dapat membawa lebih dari dua orang. Sementara, mobil lebih nyaman namun beresiko mengalami macet dalam kondisi lalu lintas padat.

Berikut kami rangkum keuntungan dan kerugian sepeda motor dan mobil dalam tabel di bawah ini.

Sepeda Motor Mobil
Keuntungan Rata-rata lebih murah dibanding mobil

Gesit, bisa menghindari macet

Bisa masuk gang-gang kecil

Nyaman, dengan AC dan tertutup

Bisa membawa lebih banyak orang

Dapat sekaligus membawa barang-barang besar

Kerugian Pengendara terpapar polusi udara dan kebisingan

Maksimal 2 orang

Tidak dapat membawa barang-barang besar (kecuali dimodifikasi khusus seperti
motor kurir)

Rata-rata lebih mahal dibanding sepeda motor

Rawan terkena macet

Jika tujuan berada di gang kecil, mobil sering tidak bisa masuk

 

Tips memilih kebutuhan kendaraan:
Jika punya budget lebih, beli sepeda motor & beli mobil. Sepeda motor cocok untuk ke tempat yang nanggung (terlalu jauh untuk jalan kaki tapi terlalu dekat untuk naik mobil). Apalagi jika tidak ada akses kendaraan umum ke tempat tersebut. Mobil bisa dipakai untuk jarak jauh.

Kondisi Kendaraan

1. Baru

Dengan beli kendaraan baru, tentu saja Anda dapat menjamin bahwa kualitasnya masih sesuai standar pabrik. Selain itu, kebanyakan dealer juga memberikan fasilitas gratis servis untuk beberapa kali servis awal sehingga Anda dapat menghemat biaya servis. Kendaraan baru juga akan mendapatkan garansi selama beberapa tahun. Garansi ini dapat berupa garansi mesin, garansi rangka, garansi kelistrikan, dan lain-lain.

2. Bekas

Jika Anda memutuskan untuk beli kendaraan bekas, maka Anda perlu memperhatikan juga beberapa faktor lain. Mobil & sepeda motor bekas memang relatif lebih murah karena harga kendaraan mengalami depresiasi (penurunan) tiap waktu. Namun, perhatikan juga kualitas dan riwayat kendaraan bekas yang akan Anda beli. Apakah pemilik sebelumnya merawat kendaraan dengan baik, apakah kendaraan diservis rutin, apakah angka odometer rendah, dan sebagainya.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah adanya pemalsuan odometer. Odometer dipalsukan agar kendaraan terlihat masih menempuh jarak pendek padahal sudah tidak. Jika ini terjadi, maka Anda dapat terkejut jika tiba-tiba kendaraan harus diganti komponen-komponennya karena sudah aus (padahal Anda mengiranya masih belum diganti karena angka odometer masih kecil). Beberapa cara memastikan odometer tidak dimanipulasi:

  1. Periksa catatan servisnya. Di situ terdapat catatan jarak yang sudah ditempuh kendaraan tiap servis. 
  2. Kondisi kendaraan juga dapat menunjukkan kesesuaian odometernya. Misalnya, jika interior sudah nampak aus dan lapisan jok pecah-pecah, suara mesin kasar, komponen kaki-kaki pecah, maka ada kemungkinan kendaraan sudah menempuh jarak jauh.
  3. Perhatikan tahun kendaraan. Rata-rata pemakaian kendaraan adalah 20 ribu km per tahun (jika dipakai akhir pekan saja bisa 10 ribu km). Cocokkan kira-kira apakah odometer yang ditampilkan wajar dengan umur kendaraan.
  4. Umumnya ban diganti setelah 30 sampai 35 ribu km. Jika angka odometer masih rendah tapi ban sudah bukan asli, maka patut ditanyakan apakah odometernya benar atau tidak.
  5. Di mobil tipe lama, odometer bisa dicongkel dan diganti paksa. Pastikan tidak ada bekas congkelan.

Beli kendaraan bekas artinya Anda harus mengurus kelengkapan dokumen seperti bea balik nama, pajak, dan sejenisnya. Pastikan Anda memiliki cukup dana untuk mengurus hal-hal tersebut. Anda dapat berdiskusi dengan pemilik lama untuk tidak segera mengurus proses balik nama jika Anda belum memiliki dana yang cukup, meskipun hal ini sebaiknya dihindari.

Pastikan dokumen berikut lengkap dari pemilik lama:

  • Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). BPKB menunjukkan bahwa Anda benar-benar pemilik sah kendaraan tersebut. BPKB berisi identifikasi kendaraan bermotor, keterangan kepabeanan, pendaftaran polisi, catatan mengenai perubahan pemilik kendaraan bermotor, catatan tentang pelunasan pajak/BBN, catatan pejabat Polisi Lalu Lintas, serta keterangan.

Data identifikasi kendaraan bermotor yang tertera adalah nomor polisi, merk dan tipe, tahun pembuatan, nomor mesin, nomor rangka, dan juga asal usul kendaraan seperti negara pembuat, cara impor, nama perusahaan penjual atau dealer, dan nama pembeli atau pemilik. Di BPKB juga tertera data mutasi yakni apabila kendaraan berganti pemilik, nomor polisi, atau jike kendaraan dimodifikasi.

  • Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menunjukkan data kendaraan dan lembar pajak. Lembar pajak menunjukkan kapan pajak kendaraan tersebut jatuh tempo. Pastikan kendaraan tersebut tidak menunggak pajak.
  • Faktur atau bukti beli sepeda motor / beli mobil. Merupakan data pembelian kendaraan. Biasanya data yang ada di faktur sudah dituliskan di BPKB. Anda boleh saja meminta faktur ke pemilik lama untuk lebih mengetahui kebenaran data kendaraan Anda. 
  • Catatan servis sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut benar-benar diservis sehingga kondisinya nanti juga bagus. Catatan servis juga berguna untuk mengecek apakah odometer dimanipulasi atau tidak.
  • Form A, yaitu form yang menunjukkan bahwa kendaraan tersebut diimpor langsung dari luar negeri (CBU). Pastikan ada form ini jika akan beli kendaraan CBU.  

3. Over Kredit

Kendaraan bekas juga ada yang dijual meski belum lunas. Jika Anda beli kendaraan ini (disebut over kredit), artinya Anda tinggal melanjutkan cicilan kendaraan tersebut. Keuntungan beli sepeda motor / beli mobil over kredit:

  1. Kendaraan over kredit usianya masih sangat muda (baru beberapa bulan/tahun), jadi kondisi kendaraan masih cukup baik.
  2. Masih ada garansi, karena umur kendaraan over kredit yang dijual masih muda.
  3. Anda dapat mendaftarkan kendaraan ke premi asuransi yang murah karena kendaraan tersebut masih berusia muda.
  4. Sisa cicilan yang tidak banyak.

Sementara kerugian beli sepeda motor / beli mobil over kredit:

  1. Anda harus siap dana besar di awal karena cicilan yang makin sedikit otomatis harga kendaraan yang harus dibeli tunai juga cukup besar.
  2. Prosesnya yang lumayan rumit karena harus melibatkan Anda, pemilik lama, dan perusahaan multifinance/bank.
  3. Biaya administrasi yang tidak sedikit.

Pastikan Anda melakukan uji coba kendaraan atau test drive sebelum sepakat membeli kendaraan. Hal ini perlu agar Anda dapat mendeteksi dini kerusakan atau masalah pada kendaraan tersebut. Anda kemudian dapat bernegosiasi tentang harga kendaraan dan biaya perbaikan, atau Anda dapat berhati-hati untuk kemudian memilih kendaraan lain dengan kondisi yang lebih prima.

Tips beli kendaraan bekas:

  • Jika Anda punya banyak waktu, cari lebih lanjut tentang kendaraan bekas. Banyak kendaraan bekas yang dijual cukup jauh lebih murah tapi dengan kualitas yang masih baik. Pilih yang tahun nya tidak terlalu tua dan pastikan Anda beli dari pemilik pertama.
  • Kendaraan modifikasi juga biasanya dijual lebih murah (karena asumsinya Anda perlu biaya tambahan untuk mengembalikan bagian yang sudah dimodifikasi ke standar). Jika Anda tidak keberatan dengan kendaraan modifikasi, beli saja dan tidak perlu diubah lagi.
  • Beli kendaraan bekas secara perseorangan (tanpa dealer/showroom) juga bisa lebih murah karena tanpa perantara.

 

Tujuan Penggunaan dan Jenis Kendaraan

Tentukan apakah Anda akan beli kendaraan manual atau matic. Tidak semua orang dapat mengendarai kendaraan manual, sehingga jika kendaraan itu akan digunakan oleh orang atau anggota keluarga lain, maka kendaraan jenis matic akan lebih mudah digunakan tanpa perlu berlatih lebih.

Apakah Anda memiliki preferensi merek tertentu? Jika iya, maka Anda mungkin perlu memilih kendaraan dari merek tersebut. Beberapa pertimbangan lain seperti bentuk, desain, dan warna kendaraan merupakan kriteria tambahan. Setiap orang memiliki preferensi berbeda-beda mengenai kriteria ini.

Tentukan juga penggunaan kendaraan Anda nantinya. Jika Anda tinggal di kota dan sering terkena macet, maka kendaraan kecil seperti city car atau sepeda motor matik lebih cocok karena tidak melelahkan akibat sering berhenti. Sepeda motor dengan bodi besar seperti sport akan melelahkan jika menghadapi macet dan bergerak dalam kecepatan lambat. Di sisi lain, jika Anda tinggal di daerah dengan jalanan yang tidak semua beraspal, maka sepeda motor off-road atau dual sport cocok untuk Anda. Jenis kendaraan tertentu memang lebih cocok untuk tujuan tertentu. Misalnya, sport untuk balapan, mobil convertible untuk parade, sepeda motor touring untuk perjalanan jauh bersama komunitas, dan sebagainya.

Baca juga:

Gambar sepeda motor trail & skuter matik
Trail dan skuter matik ditujukan untuk jalanan yang berbeda.

Tips memilih jenis kendaraan:

  • Jangan mudah terbujuk merek dengan harga murah. Pastikan tersedia suku cadang, tempat servis, dan reputasi baik dari kendaraan tersebut.
  • Saat datang ke showroom/dealer, Anda mungkin akan kebingungan karena terlalu banyak pilihan kendaraan. Tentukan pilihan sejak dari rumah dan tegas terhadap kebutuhan dan budget Anda. Jangan beli yang tidak Anda butuhkan hanya karena iming-iming penjual/petugas showroom/dealer.
  • Selalu pilih kendaraan yang irit bahan bakar.

 

Layanan Pelanggan

1. Dealer

Pastikan Anda memilih dealer resmi. Dealer resmi lebih aman dan terpercaya karena menjamin dokumen kendaraan Anda. Dalam berbagai kasus dealer tidak resmi, dokumen kendaraan (BPKB) Anda akan ditahan jika Anda belum lunas kredit kendaraan tersebut. Memilih dealer resmi juga menjamin keaslian kondisi kendaraan dan suku cadangnya.

Selain itu, pilih juga dealer yang responsif sehingga dapat membantu menjawab pertanyaan ataupun mengatasi masalah terkait kendaraan Anda. Dealer yang bagus hendaknya juga memiliki bengkel sendiri. Dengan begitu, penanganan masalah akan lebih mudah. Akan lebih baik lagi jika dealer mengirimkan mekaniknya ke tempat Anda jika Anda sedang membutuhkan bantuan. 

2. Purna Jual & Jual Kembali

Jangan lupa untuk memastikan layanan apa yang ditawarkan oleh dealer setelah Anda membeli kendaraan. Layanan purna jual merupakan bentuk profesionalisme dan usaha perusahaan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan agar terjadi hubungan baik dan meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Berbagai bentuk layanan purna jual kendaraan antara lain layanan garansi, gratis servis, diskon suku cadang, pembukuan data pelanggan secara baik, memberikan kemudahan layanan di masa depan, menangani komplain dengan baik, dan sebagainya.

Selain itu, jika Anda tipe orang yang senang berganti kendaraan tiap jangka waktu tertentu, pastikan juga bahwa harga kendaraan yang Anda jual tidak merosot jauh. Pilih merek yang sering dicari orang agar kendaraan Anda tetap banyak diminati sehingga lebih mudah terjual. Jangan lupa rawat kendaraan Anda agar kualitas tetap terjaga. Menjual kendaraan dengan harga tinggi dapat membantu mengurangi biaya membeli kendaraan baru selanjutnya. 

Baca juga: Menjual Kendaraan

3. Asuransi

Di Indonesia, asuransi kendaraan dibagi menjadi dua yaitu Total Lost Only (TLO) dan Komprehensive/All Risk. TLO merupakan asuransi yang meng-cover jika kendaraan benar-benar tidak dapat digunakan kembali. Kerusakan yang dicover di atas 75% atau jika kendaraan hilang. Sementara itu, All Risk akan membayar klaim seluruh jenis kerusakan, mulai dari lecet hingga kehilangan. Biasanya premi TLO akan lebih murah daripada All Risk, sehingga sebelum menentukan asuransi, Anda sebaiknya mengira-ngira terlebih dahulu resiko apa yang akan dihadapi kendaraan yang baru Anda beli.

 

Lain-Lain

1. Pembiayaan

Beli kendaraan dapat dengan 3 cara; cash/tunai, kredit, atau leasing. Jika Anda memiliki uang cukup, maka tunai akan lebih menguntungkan. Hal ini karena total DP, cicilan, dan bunga kredit maupun leasing jumlahnya lebih besar dari harga kendaraan asli. Meskipun begitu, mayoritas pembelian kendaraan di Indonesia tidak cash. Kredit/leasing membantu Anda segera memiliki kendaraan dengan tetap mencicil biaya per bulan untuk melunasi kendaraan tersebut. 

Pastikan dealer Anda memberikan layanan leasing/kredit yang sesuai dengan kondisi Anda. Perhatikan apakah Anda akan mengajukan kredit bank atau melalui leasing (sewa guna usaha) dari perusahaan multifinance.

Baca juga: Kredit vs Leasing

Tips beli kendaraan dengan mencicil:

  • Jika memang kebutuhan kendaraan tidak terlalu mendesak (misalnya Anda sudah punya kendaraan lain), maka lebih baik menabung kemudian beli tunai. Beli kendaraan tunai lebih hemat.
  • Jika mencicil, maka perhatikan cicilan lain Anda. Tentukan apakah tenor panjang tapi bunga kecil atau tenor pendek bunga tinggi.
  • Jangan mudah terbujuk cicilan kecil di awal-awal mencicil (balloon payment). 

2. Kesiapan Diri

Pastikan Anda memiliki kesiapan fisik dan mental. Anda harus memiliki surat izin mengemudi yang menjadi tanda bahwa Anda sudah siap secara fisik maupun psikis untuk berkendara. Selain itu, jagalah selalu kondisi diri dan kendaraan Anda. Mengemudilah secara hati-hati dan perhatikan selalu aturan lalu lintas. Berhati-hatilah untuk diri sendiri, serta waspada akan kelalaian yang disebabkan oleh orang lain di jalanan. Anda juga harus mengetahui peraturan lalu lintas agar mengemudi jadi aman.

Baca juga: 

Cara dan Biaya Pembuatan dan Perpanjangan SIM
Tips Berkendara Aman
Peraturan Lalu Lintas yang Sering Dilanggar

Memiliki kendaraan artinya Anda juga harus memiliki kesiapan finansial untuk membayar pajak kendaraan. Ada tipe kendaraan yang dijual dengan harga murah namun berbiaya pajak tinggi dan sebaliknya. Selain itu, biaya untuk memperpanjang SIM 5 tahun sekali juga perlu diperhatikan. Belum lagi jika Anda gemar memodifikasi atau menghias kendaraan Anda, maka akan ada pengeluaran tambahan untuk mengakomodasi hobi Anda tersebut.

Sebagian orang memilih mengandalkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk membiayai kebutuhan kendaraan seperti menambah DP, menutupi cicilan, biaya modifikasi atau tambahan lain, dan sebagainya. Berbagai bank menawarkan produk KTA yang berbeda-beda yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca juga: KTA Digibank (Bank DBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *