Home » Artikel KPR » Rasio Kredit: Cara Hitung dan Ketentuan Rasio Kredit Bank

Rasio Kredit: Cara Hitung dan Ketentuan Rasio Kredit Bank

Rasio cicilan terhadap penghasilan atau debt ratio digunakan bank sebagai acuan bagi calon debitur yang berniat mengajukan segala jenis kredit. Semua pengajuan kredit di bank selalu mempertimbangkan rasio kredit calon debitur, baik KPR, kredit multi guna, KUR, kredit tanah maupun kredit kendaraan. Umumnya rasio kredit dikatakan aman jika tidak melebihi 40% dari gaji per bulan. Jumlah ini merupakan jumlah aman untuk Anda memiliki kredit, sehingga semakin sedikit cicilan yang Anda miliki, maka semakin besar kemungkinan pengajuan kredit Anda disetujui. 

Berikut informasi terkait pengertian rasio kredit, cara menghitung dan pentingnya menghitung debt ratio sebelum mengajukan kredit.

 

 

Pengertian Rasio Kredit

Ilustrasi Rasio Kredit
Ilustrasi Debt Ratio

Debt ratio adalah nilai perbandingan antara total penghasilan (gaji) per bulan dengan jumlah total kredit/cicilan yang dimiliki setiap bulannya. Total cicilan yang dimiliki ini berasal dari semua cicilan yang tercatat dalam sistem informasi debitur (SID) BI atau BI checking. Rasio kredit merupakan komponen penting yang dipertimbangkan oleh bank dalam menilai kemampuan bayar calon debitur. Perhitungan debt ratio umumnya dilakukan bank pada tahap awal sebelum calon debitur melengkapi dokumen persyaratan. Jika ternyata, debt ratio calon debitur tidak mencukupi, biasanya bank akan menolak pengajuan kredit atau menunda hingga tenor kredit yang dimiliki calon debitur berakhir.

Rasio kredit sangat penting untuk menilai kemampuan bayar calon debitur terhadap kredit yang akan diajukan. Selain itu, rasio kredit juga berguna untuk melihat kesesuaian antara harga rumah, gaji calon debitur, plafon dan tenor yang diajukan. Beberapa klien seringkali terkendala oleh debt ratio yang tidak mencukupi karena:

  • Telah memiliki terlalu banyak cicilan lain seperti cicilan kartu kredit, KUR atau kredit kendaraan. Biasanya jika calon debitur mengalami kendala ini, pengajuan KPR-nya akan kami tolak atau menunggu hingga tenor kredit lain berakhir. Selain itu calon debitur juga bisa mengajukan joint income (gabung pendapatan) dengan pasangan untuk memperbesar debt rationya.
  • Adanya ketidaksesuaian antara gaji dan harga rumah serta tenor yang diiginkan. Jika calon debitur mengalami kendala ini, maka kami akan menyarankan untuk memperpanjang tenor kredit hingga rasio kreditnya mencukupi atau memberikan rekomendasi bank yang bisa menerima rasio kredit calon debitur.

Setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait rasio kredit yang aman, namun secara umum debt ratio dikatakan aman jika tidak melebihi 30-40% dari pendapatan tetap / gaji per bulan. Jika saat ini Anda berniat mengajukan KPR, namun debt ratio yang dimiliki sudah melebihi batas aman, sebaiknya tunda pengajuan KPR Anda atau pertimbangkan untuk joint income dengan pasangan.

 

Menghitung Rasio Kredit

Cara menghitung rasio kredit terhadap total aset produktif sebenarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa pun. Berikut adalah perkiraan umumnya:

Contoh 1 (tidak memiliki cicilan):

Nia memiliki gaji bersih per bulan sebesar Rp. 10 juta dan tidak memiliki cicilan lain. Dengan gaji tersebut dia berniat mengajukan KPR dengan plafon Rp 300 juta dan tenor selama 15 tahun. Apakah dengan gaji tersebut Nia dapat mengajukan KPR?

Rasio cicilan Nia: 

Rp.10 juta * 40% = Rp.4 juta

Dengan rasio kredit atau rasio cicilan sebesar Rp. 4 juta per bulan dan tidak memiliki cicilan lainnya, maka kemungkinan bank akan menyetujui KPR Nia menjadi lebih besar (dengan catatan semua dokumen syarat KPR lengkap dan tidak memiliki riwayat kolek BI). Hal ini dikarenakan bank mengasumsikan kecil kemungkinannya Nia untuk menunggak atau gagal bayar KPR.

Contoh 2 (memiliki cicilan) 

Dito memiliki gaji bersih per bulan sebesar Rp. 10 juta. Dia ingin mengajukan KPR dengan plafon senilai Rp. 300 juta dengan tenor selama 15 tahun, namun Dito memiliki beberapa cicilan, diantaranya:

  • Cicilan kartu kredit : Rp. 2 juta/bulan
  • Kredit motor : Rp. 1 juta/bulan
  • Pinjaman kantor : Rp.1 juta/bulan

Total cicilan yang dibayar Dito per bulan adalah Rp. 4 juta atau mencapai 40% dari gaji per bulan. Dengan total cicilan yang telah mencapai batas aman debt ratio tersebut, kemungkinan besar bank akan menolak proses KPR yang diajukan oleh Dito dengan pertimbangan bahwa sangat besar kemungkinan Dito akan menunggak KPR atau gagal bayar kedepannya. 

 

Ketentuan Rasio Kredit Bank 

Setiap bank memiliki ketentuan rasio kredit yang berbeda-beda, besarnya debt ratio sangat dipengaruhi oleh gaji calon debitur. Semakin besar pendapatan, maka semakin besar pula debt ratio-nya. Berikut ketentuan beberapa bank terkait debt ratio yang boleh dimiliki oleh calon debitur.

 

Nama Bank Minimum Pendapatan per Bulan Rasio Cicilan
BCA Rp. 8 juta (tidak joint income) < Rp. 10 juta maksimal rasio 35%
> Rp. 10 juta maksimal rasio 65%
BII Maybank Rp. 3 juta (penghasilan bersih) Semua pendapatan 50%
BTN <= Rp. 10 juta rasio 60%
> Rp. 10 juta rasio 65%
Bank CiMB Niaga & CIMB Niaga Syariah Rp. 5 juta (termasuk joint income) > Rp. 50 juta rasio 65%
Rp. 50 juta rasio maksimum 60%
Rp. 10 juta rasio 50%
Bank CiMB Niaga & CIMB Niaga Syariah Rp. 5 juta (termasuk joint income) Rp. 31 juta rasio 55%
Rp. 20 – Rp. 30 juta rasio 55%
Rp. 12 juta rasio 45%
< Rp. 10 juta rasio 40%
Bank Danamon Rp. 5 juta (minimum penghasilan bersih) Rp. 22 juta maksimum rasio 45%
> Rp. 10 juta rasio 45%
<Rp. 10 juta rasio 40%
Bank Mandiri Rp. 5 juta (minimum penghasilan bersih, bisa joint income) Untuk Karyawan:
1. Rp, 5 juta, rasio 50%
2. >Rp. 5 juta – Rp. 10 juta, rasio 55%
3. >Rp. 20 juta, rasio 70%
Professional:
1. Rp. 5 juta, rasio 55%
2. >Rp. 5 juta – Rp. 10 juta, rasio 55%
3. Rp. 10 juta- Rp. 20 juta, rasio 65%
Wiraswasta:
1. >Rp, 30 juta, rasio 50%
2. > Rp. 30 juta, rasio 60%
Permata Bank Rp. 8 juta (calon debitur
Rp. 3 juta (pendapatan minimum pasangan)
>Rp. 30 juta rasio 60%
Rp. 10 juta – Rp. 30 juta, rasio 55%
<Rp. 10 juta maksimum 50%
Standard Chartered Rp. 10 juta Wirausaha:
Rp. 75 juta, rasio 65%
Karyawan:
Rp. 50 juta, rasio 65%
Rp. 20 juta, rasio 60%
Rp. 10 juta – Rp. 20 juta rasio 455
UOB Rp. 5 juta (joint income) > Rp. 25 juta, rasio 65%
Rp. 15.5 juta, rasio 55%
single income Rp. 12 juta rasio 55%
UOB Rp. 5 juta (
joint income)
> Rp. 10 juta, rasio 55%
< Rp. 10 juta, rasio 45%
Rp. 5 juta – Rp. 8 juta, rasio 35%
Bank DKI Syariah Rp. 5 juta – Rasio maksimal 50% dari gaji
joint income maksimal 65%

*keterangan: joint income = pendapatan gabungan (suami +istri)

 

Cara Memperbaiki Debt Ratio

Pentingnya debt ratio sebelum mengajukan kredit tentu membuat Anda perlu berhati-hati dalam membuat pos keuangan. Selain rasio kredit, riwayat kredit macet juga sangat berpengaruh dalam pengajuan KPR. Jika Anda memiliki riwayat kredit macet kemungkinan pengajuan KPR Anda disetujui akan sangat kecil. Untuk itu, guna mencegah kredit macet, Anda perlu menerapkan batasan kredit yang boleh dimiliki.

Ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mencegah kredit macet dan memperbaiki rasio kredit hingga di batas aman yaitu:

  • Buatlah rencana keuangan bulanaan dengan baik, sebaiknya alokasikan gaji per bulan untuk membayar cicilan terlebih dahulu.
  • Sebaiknya selesaikan satu cicilan terlebih dahulu, baru ajukan kredit lain. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kredit macet atau kemungkinan Anda menunggak kredit.
  • Kurangi kredit konsumtif, sebaiknya jangan ajukan kredit untuk kebutuhan konsumtif, Anda bisa mencobanya dengan mengurangi penggunaan layanan pay later yang saat ini marak disediakan oleh aplikasi uang digital atau e-commerce.

Baca juga :Cegah Kredit Macet KPR : Ajukan Restrukturisasi Kredit

 

Pentingnya Menghitung Debt Ratio

Sangat penting bagi Anda untuk mempertimbangkan rasio cicilan yang dimiliki saat ini. Hal ini tidak hanya berguna untuk mencegah pengajuan KPR Anda ditolak, tapi penting juga untuk memperkirakan kesanggupan bayar Anda saat bunga KPR floating. 

Jika saat pengajuan, pendapatan Anda berada dalam batas aman namun masih bisa mengajukan KPR karena saat perhitungan bunga fix gaji Anda masih mencukupi, sebaiknya pertimbangkan kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan saat bunga KPR floating. Anda juga perlu mempertimbangkan bahwa semakin lama kebutuhan akan semakin meningkat, sehingga kedepannya saat bunga floating kemungkinan Anda mengalami kredit macet lebih besar.

Sebagai informasi, jika Anda seorang wirausaha dan bingung untuk menentukan rasio kredit yang aman menurut perhitungan bank, karena pendapatan per bulan tidak pasti, maka Anda bisa mulai menghitung rasio kredit dari pendapatan yang tercatat dalam mutasi rekening. Sebagai catatan, untuk pengusaha/wirausaha bank hanya akan menghitung pendapatan yang tercatat dalam mutasi rekening koran saja. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *