Home » Parenting » Pertimbangan Sebelum Punya Anak

Pertimbangan Sebelum Punya Anak

Punya anak setelah menikah adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan. Namun, ada beberapa pertimbangan sebelum punya anak. Pertama, rundingkan bersama pasangan Anda: waktu yang tepat untuk punya anak. Pertimbangkan tanggung jawab yang pasti akan bertambah jika Anda sudah punya anak nanti.

sebelum punya anak

Rundingkan juga prinsip atau cara didik yang Anda dan pasangan inginkan. Satukan pendapat Anda berdua agar saat punya anak nanti, Anda bisa menerapkan cara didik yang seragam. Pertimbangkan beberapa hal berikut agar Anda dapat mempersiapkan diri sebelum memutuskan untuk punya anak.

 

Kesiapan Mental Suami dan Istri

Butuh kesiapan mental dari kedua belah pihak sebelum memutuskan untuk punya anak. Rundingkan dengan pasangan Anda mengenai waktu yang tepat kalian memiliki anak. Diskusikan dan dengarkan pendapat pasangan Anda jika dia merasa belum waktunya untuk memiliki anak.

Komunikasi yang baik adalah kunci dari kesiapan mental suami dan istri. Jika suami belum siap untuk memiliki anak, sebaiknya istri mengerti dan bersedia berdiskusi mengenai alasan sang suami, begitu pula sebaliknya. Komunikasi antara suami istri ini akan memupuk kesiapan mental dari dua belah pihak.

Punya anak berarti tanggung jawab Anda akan lebih besar. Anda juga harus siap menanggung hidup seorang anak saat dia sudah lahir. Sepakati beberapa prinsip tentang memiliki anak dengan pasangan Anda agar tidak memicu pertengkaran nantinya.

Rutinitas Anda akan sangat berubah saat nanti Anda punya anak. Segala bentuk kerepotan dan kesibukan sebagai orang tua akan mengubah keseharian Anda. Anda tidak lagi bisa bersikap egois karena ada anak yang akan menjadi prioritas Anda nanti. Hal-hal tersebut harus dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk punya anak.

 

Istri Bekerja atau IRT

Istri bekerja atau menjadi ibu rumah tangga (IRT) perlu didiskusikan bersama pasangan. Hal ini mempengaruhi finansial keluarga karena jika istri tidak lagi bekerja, pemasukan keluarga hanya bersumber dari penghasilan suami.

Memiliki anak berarti siap untuk mendidik dan menjadikan anak prioritas. Karenanya, resign dari kantor setelah memutuskan punya anak bukanlah hal yang salah. Namun, jika istri tetap bekerja, pembagian waktu antara bekerja dengan mengurus anak perlu dipertimbangkan lebih lanjut agar anak tetap mendapat perhatian dan kasih sayang yang cukup dari ibunya.

 

Rencana Keuangan Keluarga

Finansial keluarga yang baru saja menikah mungkin belum stabil sehingga ada beberapa pasangan yang menunda untuk punya anak. Namun, jangan berkecil hati karena finansial keluarga bisa saja membaik dalam beberapa waktu ke depan. Berikut beberapa poin terkait rencana keuangan keluarga sebelum Anda memutuskan untuk punya anak.

1. Kontrol Kehamilan

Setelah memutuskan untuk punya anak, fase pertama yang akan dilalui adalah kehamilan. Kehamilan adalah fase yang memerlukan banyak biaya seperti biaya cek kehamilan, biaya USG kehamilan, dan biaya cek lab ibu hamil.

Pertimbangkan pengeluaran yang akan membengkak jika Anda memutuskan untuk punya anak dan sudah dalam fase kehamilan. Anda juga harus mempersiapkan peralatan bayi baru lahir yang harganya tidak murah.

2. Biaya Melahirkan

Biaya melahirkan menjadi salah satu biaya yang memakan porsi cukup besar dalam keuangan keluarga. Terlebih jika Anda memilih untuk melahirkan caesar. Biaya melahirkan caesar cenderung lebih mahal dibanding biaya melahirkan normal.

Biaya persalinan di bidan cenderung lebih murah karena tidak melibatkan dokter kandungan dan dokter anak. Anda bisa melahirkan normal di bidan dengan catatan tidak ada komplikasi apapun dalam kehamilan Anda. Jika Anda memiliki komplikasi saat hamil dan risiko membahayakan nyawa Anda, Anda biasanya akan dirujuk ke rumah sakit untuk melahirkan caesar.

Siapkan biaya melahirkan yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda. Pertimbangkan juga asuransi melahirkan jika biaya melahirkan cukup tinggi untuk Anda tanggung. Asuransi kesehatan bayi juga perlu Anda siapkan agar calon bayi Anda lagi memiliki jaminan kesehatan.

3. Dana Pendidikan Anak

Dana pendidikan anak juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan jika Anda memutuskan untuk punya anak. Biaya pendidikan akan naik setiap tahun dan Anda patut mempersiapkan hal ini.

Persiapkan sejak dini dana pendidikan anak Anda agar nantinya Anda tidak terbebani dengan biaya pendidikan yang melonjak tinggi setiap tahunnya. Anda bisa mencoba produk investasi seperti reksadana untuk tabungan dana pendidikan.

Manfaatkan asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan sebagai solusi biaya pendidikan anak yang semakin tinggi. Asuransi pendidikan biasanya menutup biaya SD sampai perguruan tinggi. Sementara tabungan pendidikan bisa Anda mulai saat anak Anda masih kecil agar hasil tabungan dapat dimanfaatkan untuk biaya sekolah hingga kuliahnya nanti.

Baca Juga : Tabungan Pendidikan Anak Terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *