Home » Kendaraan » Lalu Lintas » Tips Mudik: Kendaraan Pribadi / Kendaraan Umum?

Tips Mudik: Kendaraan Pribadi / Kendaraan Umum?

Mudik adalah pulang kampung rutin, biasanya setahun sekali saat hari raya / libur panjang (Idul Fitri / Natal & Tahun Baru). Mudik dilakukan banyak orang, sehingga jalanan akan penuh dan macet. Apalagi jika dari kota-kota besar yang kebanyakan penduduknya perantau. Di masa-masa mudik, perantau akan banyak yang mudik sehingga membuat kemacetan.

Mudik sebaiknya pakai kendaraan pribadi / kendaraan umum? Berikut tips-tips mudik yang sudah kami rangkum sebagai bahan pertimbangan Anda untuk memilih moda transportasi saat mudik.

Daftar Isi:

 

Tips Umum Mudik

Berikut tips mudik yang dapat Anda lakukan, baik mudik pakai kendaraan pribadi atau kendaraan umum:

1. Bawa Bekal

Bawa bekal yang cukup. Tips mudik ini mungkin cukup sepele tapi penting. Mudik yang cukup jauh (berjam-jam) akan membuat Anda lapar. Apalagi jika Anda jarang berhenti di rest area (baik karena pakai kendaraan umum / karena mengurangi berhenti agar cepat sampai). Bawa air minum, roti, dan beberapa makanan ringan. Pastikan juga apakah Anda akan makan berat atau tidak. Jika naik kendaraan umum, hitung kapan sebaiknya Anda berhenti makan (makan siang / malam). Jika pakai kendaraan umum, pastikan ada fasilitas nasi kotak / pelayanan makan / berhenti di rest area untuk makan.

2. Atur Keuangan

Atur keuangan Anda. Hitung berapa biaya tiket, bekal, dana darurat selama mudik, uang yang dibawa (tunai / non tunai), bahkan hitung juga pengeluaran Anda selama di kampung halaman nanti. Pastikan mudik tidak membebani kemampuan finansial Anda. Mudik adalah kegiatan rutin tahunan. Jangan sampai Anda tidak cermat menghitung keuangan mudik lalu terbiasa seperti itu.

3. Perhatikan Barang Bawaan

Jangan bawa barang terlalu banyak. Bawa barang secukupnya. Jika naik kendaraan umum, Anda akan kerepotan membawa dan menyimpan barang Anda (akan mengganggu penumpang lain). Jika naik kendaraan pribadi, barang yang terlalu banyak akan membuat kendaraan Anda semakin berat dan menganggu pengemudian Anda.

Membawa barang terlalu banyak juga akan merepotkan Anda dalam menghitung dan mendata barang-barang Anda. Kemungkinan kehilangan suatu barang juga semakin besar.

4. Persiapkan Uang Perjalanan Anda (Tunai / Non Tunai)

Tentukan berapa uang yang akan Anda bawa, baik tunai maupun non tunai. Sebaiknya jangan bawa uang tunai terlalu banyak. Jika dompet Anda yang berisi uang tunai banyak kecopetan, maka Anda akan rugi besar. Jika uang tunainya sedikit, maka masih cukup aman karena kartu-kartu debit / kredit Anda bisa diblokir sehingga pencopet tidak bisa pakai.

Tapi, jangan juga tidak membawa uang tunai sama sekali. Uang tunai akan perlu untuk kebutuhan-kebutuhan kecil selama perjalanan, misalnya beli makanan (termasuk ke pedagang asongan), ke kamar kecil, dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk mengisi uang non tunai lain misal e money / brizzi / flash, biasanya diperlukan untuk bayar tol.

 

Kapan Sebaiknya Mudik

Kapan sebaiknya waktu mudik?

  • Jangan berangkat mudik mepet waktu puncak agar tidak macet di jalan. Paling tidak sebaiknya berangkat seminggu sebelum hari raya. Atau, jika Anda tidak sempat, berangkat beberapa hari setelah hari raya juga bisa jadi alternatif.
  • Hitung jam perjalanan Anda. Tentukan apakah Anda ingin sampai di tujuan siang / malam hari, lalu hitung jam perjalanan beserta istirahat-istirahatnya (jika pakai kendaraan pribadi). Hitung juga kemungkinan waktu macet di jalan.
  • Jangan berangkat awal (mengambil izin kantor), lalu masih bekerja di kampung. Ada kantor-kantor yang membolehkan Anda bekerja di rumah. Sebaiknya, jangan manfaatkan kesempatan ini untuk mudik. Selama perjalanan, Anda harus fokus, sehingga jangan sampai memikirkan pekerjaan. Saat sudah sampai di kampung halaman, sebaiknya jangan pakai waktu Anda bersilaturahmi dengan kerabat malah dipakai bekerja.
Tips mudik
Suasana mudik (CNN)

 

Tips Mudik Pakai Kendaraan Pribadi

Kadang lebih memilih pakai kendaraan pribadi, kadang juga terpaksa pakai kendaraan pribadi. Berikut tips mudik jika Anda naik kendaraan pribadi:

1. Persiapkan Kendaraan

Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sebelum dipakai mudik. Lakukan servis rutin, cuci kendaraan, pastikan bensin penuh, dan sebagainya. Bawa juga perlengkapan perbaikan kendaraan (kunci pas, obeng, tang, dan lainnya) untuk berjaga-jaga jika kendaraan mogok. Jika kendaraan mogok di tengah tol / jalan lintas daerah, bengkel kemungkinan sulit dicari.

Pastikan juga beban kendaraan tidak berlebihan. Untuk sepeda motor, jangan berboncengan bertiga / berempat membawa anak, apalagi jika anak sudah cukup besar. Untuk mobil, jangan bawa kendaraan melebihi kapasitas (misal membawa 9-10 orang di MPV). Pastikan juga barang-barang yang Anda bawa tidak berlebihan. Misalnya, jangan membawa kardus-kardus yang diikat di sepeda motor.

2. Jaga Keamanan dan Keselamatan

Jaga keamanan Anda dengan mematuhi aturan lalu lintas. Bawa SIM dan STNK. Selalu pakai helm dan perlengkapan sepeda motor lain (jaket, jas hujan, sarung tangan). Waspada juga terhadap keadaan lalu lintas. Saat mudik, lalu lintas akan ramai dan kemungkinan macet. Jaga kesabaran, jangan tergesa-gesa sampai tujuan. Lebih baik terlambat tapi selamat. Waspada juga terhadap pengemudi lain yang dapat membahayakan Anda di jalanan.

3. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan. Anda bisa tidur banyak sebelum berangkat, sehingga tidak mengantuk saat mulai perjalanan. Jika perjalanan sudah cukup melelahkan (meskipun belum jauh), sebaiknya istirahat di mini market / warung / masjid / pom bensin. Anda bisa turun dari kendaraan dan meregangkan badan Anda, atau bisa juga tertidur sebentar (misal di dalam mobil atau di masjid).

4. Ketahui Rute yang Diambil

Pelajari rute yang akan dilalui pakai GPS. Anda bisa mempelajari rute tersebut sebelum berangkat agar tidak kaget saat di perjalanan. Tentukan juga apakah Anda akan lewat jalan utama atau rute alternatif. Ketahui kondisi-kondisi jalanan dari berita-berita dan informasi saudara / kawan yang juga mudik lewat rute tersebut.

 

Tips Mudik Pakai Kendaraan Umum

Sebagian besar masyarakat mudik pakai kendaraan umum. Berikut tips-tips mudik pakai kendaraan umum:

1. Beli Tiket Jauh-Jauh Hari

Tiket kendaraan umum untuk mudik akan cepat habis karena banyaknya calon pemudik. Pastikan Anda sudah tahu jadwal kapan akan mudik sehingga bisa langsung beli tiket. Jika terlambat beli tiket, maka Anda nanti harus mudik dengan moda transportasi lain. Bisa juga terpaksa naik kendaraan pribadi jika benar-benar sudah kehabisa tiket.

2. Hati-Hati Selama Perjalanan

Waspada terhadap orang yang tidak dikenal. Jangan mudah terbujuk ajakan orang lain, jika orang lain memberi bantuan, tetap waspada meskipun sambil bersikap baik. Jika tidak ingin dibantu, tolak dengan halus. Agar lebih aman, sebaiknya jangan berangkat sendiri. Mudiklah bersama kawan / kerabat yang punya tujuan yang sama dengan Anda agar Anda dapat saling mengingatkan dan menjaga.

3. Bawa Hiburan

Pastikan Anda membawa HP yang sudah dicas dan earphone. Anda bisa manfaatkan untuk mendengarkan musik atau menonton film. Hiburan selama perjalanan mudik akan membantu Anda mengurangi stres selama perjalanan mudik. Anda juga bisa membawa buku untuk dibaca. Meskipun, tidak banyak orang yang bisa membaca di dalam kendaraan tanpa pusing. Selain itu, pastikan juga Anda tidak terlalu sibuk dengan hiburan sampai tidak waspada terhadap barang atau keselamatan Anda.

4. Catat Nomor Penting

Catat nomor-nomor pengaduan dan nomor penting, misalnya nomor darurat polisi / ambulans atau nomor pengaduan sarana transportasi. Jangan sungkan untuk menghubungi nomor-nomor ini jika Anda mengalami masalah yang merugikan atau mengancam keselamatan diri Anda.

 

Mudik Pakai Kendaraan Pribadi / Kendaraan Umum?

Jadi, sebaiknya mudik pakai kendaraan pribadi / kendaraan umum?

  • Mudik pakai kendaraan pribadi bisa lebih fleksibel jam dan lama perjalanannya. Anda bisa bebas ingin lewat rute mana, mampir ke mana, berangkat jam berapa. Tapi, naik kendaraan pribadi akan melelahkan (jika Anda yang mengemudi).
  • Pakai kendaraan umum lebih nyaman, tinggal duduk dan menunggu sampai di perjalanan. Jika pakai kereta / pesawat, maka lebih cepat juga karena tidak melewati jalan raya. Tapi, jika naik kendaraan umum maka Anda harus siap-siap segera membeli tiket sebelum kehabisan. Jika kehabisan, Anda terpaksa naik bus (yang kemungkinan juga macet karena lewat jalan raya) atau naik kendaraan pribadi.

 

UPDATE MUDIK 2020 di Masa Pandemi COVID-19

Untuk lebaran Idul Fitri 2020, di tengah pandemi COVID-19, pemerintah telah resmi melarang mudik. Mudik yang dilarang adalah jalur darat dari dan ke daerah yang berstatus PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan zona merah. Beberapa wilayah yang masuk daerah PSBB:

  • Jabodetabek (semua kabupaten / kota)
  • Kota Pekanbaru, Riau
  • Kota Makassar, Sulawesi Selatan
  • Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kab. Sumedang)
  • Kota Tegal, Jawa Tengah
  • Sumatera Barat
  • Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  • Kota Tarakan, Kalimantan Utara
  • Kota Surabaya, Kab. Gresik, dan Kab. Sidoarjo
  • Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Baca juga: Cara refund tiket pesawat / kereta jika batal mudik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *